Tuesday, May 28, 2019

Peran Orang Tua

Orang tua sebagai komunitas yang terkecil yang paling penting untuk kemajuan dan perkembangan anak usia dini.
Orang Tua berperan penting dalam Memotivasi Anak
peran orang tua hanya sebatas mendukung dan memberikan kesempatan dan kebebasan dalam bermain, meskipun waktu bermainya bersamaan dengan waktu sembahyang dipura. Kadangkala pada waktu persembahyangan anak masih juga
dibiarkan bermain oleh para orang tua mereka masing-masing. Dengan demikian peran orang tua belum sepenuhnya terlaksana dengan baik.Harapan setiap orang tua adalah menginginkan putra-putrinya menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki masa depan
yang cerah, dan menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, agama, bangsa dan negara. Untuk mewujudkan semua itu diperlukan adanya upaya orang tua dalam meningkatkan disiplin pada anak.


Sesuai dengan teori motivasi harapan notoatmojo 2005 mengatakan seorang
anak dimotivasi untuk menjalankan suatu kewajibanya, bila anak tersebut mayakini
kewajiban tersebut akan menghantarkan kesuatu penilaian yang baik akan
mendorong untuk melakukan kewajiban itu demi mendapatkan suatu ganjaranganjaran
yang baik seperti penghargaan dan ganjaran itu dapat memuaskan diri
pribadi anak tersebut, Orang tua yang mempunyai anak kelas 1 sampai dengan kelas
3 Sekolah Dasar dalam memotivasi anak dengan pemberian hadiah. Hal tersebut
sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Prasetyanti 2005 bahwa orang tua
yang mempunyai anak usia 6 sampai dengan 9 tahun yaitu kelas 1 sampai dengan
kelas 3 sekolah dasar menerapkan pola asuh yang otoriter dengan pemberian hadiah
dalam meningkatkan disiplin anak, dan beberapa hal yang menjadi kendala orang tua
yang mempunyai anak kelas 1 sampai dengan kelas 6 Sekolah Dasar di Perumahan
Muria Indah dalam meningkatkan disiplin anak adalah : Kendala Intern dan Kendala
Ekstern.
Seorang anak pada tahap ini masih membutuhkan pengawasan yang sangat
ketat karena dia belum mengetahui hikmah dan makna sembahyang. Dalam
memberikan motivasi untuk melaksanakan persembahyangan di Pura pada anak
kelas 1 sampai dengan kelas 3 Sekolah Dasar tersebut, dengan memotivasi berupa
pemberian hadiah pada anak. Namun dalam pemberian hadiah harus bijaksana
jangan sampai pemberian hadiah tersebut menjadi rangsangan anak untuk berbuat,
bukan maksud dan tujuan mengapa tindakan itu dilakukan.
Pemberian hadiah yang bijaksana misalnya orang tua menjanjikan akan
membelikan baju sembahyang yang baru kepada anaknya kalau si anak rajin
bersembahyang tetapi orang tua dalam memberikan hadiah tersebut harus disertakan
dengan penjelasan pada anak tentang mengapa kita harus bersembahyang dan
manfaat dari bersembahyang. Dengan demikian anak mengetahui bahwa kita harus
bersembahyang meskipun tidak ada hadiah dari orang tua. Pemberian hadiah yang
tidak bijaksana justru kurang mendukung jiwa anak, anak nanti melakukan perbuatan
atas dasar agar mendapat hadiah sehingga kurang ada rasa tanggung jawab dalam diri
anak.
3.2 Kendala-kendala yang Dihadapi Orang Tua
kesibukan orang tua bekerja menjadi salah satu kendala memotivsi anak
supaya disiplin dalam beribadah. Padahal bimbingan dan kontrol orang tua sangat
dibutuhkan bagi anak guna masa depan anak kelak di hari tua.
kendala-kendala yang dihadapi oleh orang tua, orang tua anak akan selalu
mengusahakan apapun yang menjadi kendalanya agar kendala yang dihadapinya
dapat diatasi sedini mungkin agar sang anak tidak merasa malu untuk melakukan
persembahyangan di pura.
Orang tua di Desa Samalili sangat prihatin atas perkembangan jaman yang
semakin modern. Pada saat ini orang tua dituntut untuk bisa memotivasi, mendidik,
membimbing, memberikan arahan yang sesuai dengan norma yang berlaku, namun
di satu sisi pergaulan anak-anak dijaman sekarang terlalu bebas yang dapat
mempengaruhi kondisi jiwa anak.
Disinilah orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan agar anak dapat disiplin,
supaya anak memiliki disiplin diri untuk malaksanakan persembahyangan di pura
dan tidak terjerumus oleh arus globalisasi yang berdampak negatif bagi anak. peran
yang sangat penting dari orang tua untuk memotivasi anaknya agar mau taat dalam
melaksanakan persembahyangan di pura. Hendaknya motivasi orang tua terhadap
anaknya untuk bersembahyang di Pura di berikan sedini mungkin agar kelak
motivasi orang tua terhadap anaknya tidak terlambat.
orang tua seharusnya tetap memberikan motivasi kepada sang anak agar sang anak
tetap melakukan kewajibanya untuk bersembahyang di Pura Dalam memotivasi
anak Sekolah Dasar, pada umumnya orang tua di Desa Samalili menerapkan sistem
pemberian pekerjaan rumah kepada sang anak agar sang anak pada saat jam
pekerjaan rumahnya harus dikerjakan maka sang anak akan lekas pulang dari tempat
ia bermain bersama teman-temanya.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Peranan orang tua
dalam memotivasi anak untuk bersembahyang di pura Giri Kusuma Desa Samalili
Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pada umumnya orang tua yang mempunyai anak usia 6 sampai dengan 9 tahun
yaitu kelas 1 sampai dengan kelas 3 Sekolah Dasar memotivasai anaknya untuk
bersembahyang di Pura dengan cara pemberian hadiah dalam. Orang tua yang
mempunyai anak usia 10 sampai dengan 12 tahun yaitu kelas 4 sampai dengan kelas
6 Sekolah Dasar menerapkan motivasi yang tidak memaksakan kehendak orang tua
namun pada situasi dan kondisi tertentu orang tua juga menerapkan cara yang otoriter
dalam memotivasi anak untuk bersembahyang di Pura.
2. Kendala-kendala yang dihadapi orang tua dalam memotivasi anak untuk
melaksanakan persembahyangan di Pura Giri Kusuma Desa Samalili Kecamatan
Sojol Kabupaten Donggala ada dua yaitu kendala interen dan kendala ekstern.
a. Kendala Intern
1. Kesibukan orang tua dalam bekerja
2. Kurangnya waktu berkumpul dengan keluarga
b. Kendala Ekstern
Kendala ekstern yaitu suatu hambatan yang dihadapi oleh orang tua
karena pengaruh dari luar yaitu:
1. Pergaulan sang anak
2. Jarak yang Terlalu Jauh
3. Beban Pekerjaan

Kritik dan saran sangat kami harapkan demi untuk membangun blogg ini lebih besar 

No comments:

Post a Comment